Kisah Toleransi, Ketika Rasulullah Minta Asma’ binti Abu Bakar Terima Hadiah dari Ibunya yang Non-Muslim

Redaksi

Syech.com – Allah swt tidak melarang seorang Muslim berbuat baik dan berlaku adil pada non-Muslim, selama mereka tidak memerangi umat Islam. Hal demikian ditegaskan Abu Muhammad al-Baghawi dalam kitab Tafsir al-Baghawi (Jilid V, halaman 71).

Itu menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan toleransi. Hal demikian ini sebagaimana tecermin dalam firman Allah swt dalam QS Al-Mumtahanah ayat 8.

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya, “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

Baca juga : 2 Bacaan yang Harus Diajarkan Pertama Kali pada Anak

Dalam Tafsir Ma’alim al-Tanzil (jilid V, halaman 72) disebutkan kisah tentang Asma’ binti Abu Bakar, yang diminta Rasulullah untuk senantiasa berbuat baik kepada ibundanya, kendatipun masih dalam keadaan musyrik.

Alkisah, Asma binti Abu Bakar, seorang perempuan yang taat kepada Allah dan Rasulullah, mempunyai seorang ibu bernama, Qatailah yang masih dalam keadaan belum memeluk Islam. Pada suatu hari, ibunya datang ke Madinah dengan membawa hadiah berupa keju, roti dan lemak. Rencananya hadiah itu ingin diberikan Qatailah pada Asma’, sebagai anak kesayangannya.

Namun, Asma’ tidak mau menerima hadiahnya karena ibunya masih musyrik. Ia khawatir kalau menerima hadiah dari ibunya perbuatan yang dosa, dan makanan tersebut tidak halal baginya. Sebab sang ibu masih menyembah agama nenek moyangnya.

Asma kemudian bertanya kepada Rasulullah tentang apa yang harus dia lakukan. Mendengar cerita Asma’ Rasulullah memerintahkan Asma untuk menerima hadiah dari ibunya dan berbuat baik kepadanya.

Baca juga : Toleransi yang Diteladankan Umar bin Khattab Saat di Palestina

Setelah kejadian ini, kata Al-Baghawi, kemudian Allah menurunkan firman-Nya Q.S al-Mumtahanah (60) ayat 8, yang menyatakan Islam memerintahkan untuk berlaku adil dan berbuat baik pada non-Muslim.

Simak penuturan Imam Baghawi berkata dalam kitab Ma’alim al-Tanzil berikut:

وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ: نَزَلَتْ فِي أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ وَذَلِكَ أَنَّ أُمَّهَا قُتَيْلَةَ بِنْتَ عَبْدِ الْعُزَّى قَدِمَتْ عَلَيْهَا الْمَدِينَةَ بِهَدَايَا ضِبَابًا وَأَقِطًا وَسَمْنًا وَهِيَ مُشْرِكَةٌ، فَقَالَتْ أَسْمَاءُ: لَا أَقْبَلُ مِنْكِ هَدِيَّةً وَلَا تَدْخُلِي عَلَيَّ بَيْتِي حَتَّى أَسْتَأْذِنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلَتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ هَذِهِ الْآيَةَ فَأَمَرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُدْخِلَهَا مَنْزِلَهَا وَتَقْبَلَ هَدِيَّتَهَا وَتُكْرِمَهَا وَتُحْسُنَ إليها

Artinya, Abdullah bin Zubair berkata: Ayat ini turun berkenaan dengan Asma binti Abu Bakar. Ibunya, Qutailat binti Abdul Uzza, datang ke Madinah membawa hadiah berupa madu, keju, dan mentega. Ibunya masih musyrik. Asma berkata: “Aku tidak akan menerima hadiah darimu dan engkau tidak boleh masuk ke rumahku sebelum aku meminta izin kepada Rasulullah.” Asma kemudian bertanya kepada Rasulullah, dan Allah menurunkan ayat ini. Rasulullah memerintahkan Asma untuk menerima hadiah ibunya, menghormatinya, dan berbuat baik kepadanya.

Sejatinya, kisah Asma binti Abu Bakar ini juga menjadi teladan untuk selalu bersikap bijaksana dalam menghadapi perbedaan agama. Sebagai seorang Muslim, seyogianya harus tetap menghormati dan menyayangi orang-orang yang tidak seiman dan seakidah dengan kita, meskipun tidak setuju dengan keyakinan yang mereka anut.

Baca juga : Kapan Perempuan Tidak Boleh Menerima Lamaran?

Lebih lanjut, kisah Asma’ binti Abu Bakar ini juga mengajarkan selaku anak harus senantiasa berbakti kepada orang tua, meskipun mereka tidak menganut agama Islam (non-Muslim). Sejatinya, Islam tetap menganjurkan untuk berbuat baik, dengan memberikan nafkah, makanan, atau segala sesuatu yang orang tua butuhkan, jika kita ada kemampuan.

Kita harus selalu memberikan mereka makanan, minuman, dan pakaian. Kita juga harus selalu bersabar terhadap mereka, meskipun mereka sering mencaci-maki kita karena memeluk Islam.

Bagikan:

Redaksi

Hobi Menulis dan berbagi informasi