Ada Orang Alim yang Tidak Disukai Allah SWT Oleh Gus Baha

Redaksi

syech.com – Gus Baha membeberkan nasehat agama terkait adanya orang berilmu atau orang alim yang tidak disukai Allah SWT. Seperti diunggah di kanal YouTube Santri Gayeng pada 7 September 2020.

Gus Baha katakan ada orang berilmu yang tidak disukai oleh Allah, bahkan dosa mereka bisa dua kali lipat dari perbuatan dosa yang dilakukan oleh orang awam.

Seperti diketahui, dalam Al-Quran sendiri sudah dijelaskan, Allah SWT akan meninggikan derajat seseorang yang beriman serta memiliki ilmu pengetahuan.

Baca juga : Alasan Kenapa Imam Mahdi Perangi Juga Jazirah Arab

Ilmu merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada manusia agar bisa membedakan antara hak dan batil, bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah.

Gus Baha pun mengungkapkan ada satu jenis orang pandai atau orang berilmu, tapi tidak disukai Allah SWT.

“Allah memberikan ilmu kepada hamba-hambanya salah satu tujuannya ialah agar orang tersebut tidak hubbud dunya (tidak menyukai dunia),” kata Gus Baha dikutip GenPI.co, Selasa (26/7/2022).

Namun, ketika ada orang berilmu, tetapi dia mencintai dunia secara berlebihan, hingga melupakan urusan akhirat, maka orang seperti ini masuk kategori orang berilmu yang tidak disukai Allah.

“Jadi Allah itu tidak menyukai orang alim (pandai) terhadap urusan dunia, tapi bodoh dalam urusan akhirat,” jelas Gus Baha.

Menurut Gus Baha, orang yang alim di bidang duniawi, tapi bodoh dalam urusan ukhrowi, maka apabila melakukan sebuah dosa, itu dihitung dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang berilmu di bidang agama.

Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan Al-Hakim, bahwa dosa orang alim itu dihitung satu, sementara dosa orang bodoh itu dihitung dua kali lipatnya.

“Jadi dosa orang yang tidak berilmu dalam urusan agama itu dua kali lipat dari dosa orang yang berilmu,” ungkap Gus Baha.

Menurut Gus Baha, orang yang hanya mengerti ilmu dunia, maka bisa dipastikan dia akan melupakan urusan agama dan akhiratnya.

Hidupnya pun tidak akan pernah tenang karena selalu disibukkan urusan dunia.

Baca juga : Bacaan Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat, Arab dan Latin

Selain itu, kata Gus Baha, orang semacam ini masuk kategori orang sangat tidak disukai Allah dan Rasulullah SAW, karena itu termasuk perbuatan dosa.

“Nabi bersabda, zuhud dunia itu bisa menenangkan hati dan badan. Sedangkan cinta dunia itu bisa merepotkan hati dan badan,” jelas Gus Baha.

Menurut Gus Baha, zuhud di sini bukan berarti kemudian manusia lantas tidak bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarga.

Bolehlah manusia mengejar kehidupan dunia, tetapi itu semua dilakukannya semata-mata dengan niat ibadah dan mengharapkan rida Allah SWT.

Sebagian rezeki yang diperolehnya kemudian dibelanjakan untuk urusan ukhrowi, seperti bersedekah untuk kaum fakir miskin, merawat anak yatim, infak ke masjid, dan lain sebagainya.

“Rumah yang paling nikmat adalah dunia bagi orang yang menjadikannya bekal untuk meraih akhirat. Jadi dunia ini wilayah yang super dan luar biasa asal kita gunakan sebagai bekal akhirat,” kata Gus Baha.

“Kita nanti kalau dimasukkan surga itu sebab prestasi kita di dunia lewat sujud, sedekah dan lain sebagainya. Kita nanti masuk neraka itu juga referensinya zaman kita hidup di dunia,” imbuhnya.

(ERA)

Bagikan:

Redaksi

Hobi Menulis dan berbagi informasi